POEM's
Monday, August 28, 2006
Aku Durhakamu
AKU DURHAKAMU
Aku tercekik jeruji surga
Yang ada ditelapak kakimu
Kau membawanya serta
Liang-liang menebus dosa
Kuacuhkan dari hidupku
Bunda…
Apa tawa masih mampu mengeliat
Jiwa helai-helai air mata kau rajut
Lewat suapan jemarimu
Penyambung nafas buah rahimmu
Oh…bundaku tercinta
Jangan kautebus durhaka ini
Lewar rintih penghalau neraka
Jangan kau tebus keangkuhan ini
Dengan sujudmu yang nelangsa
Ia sang Esa maha mendengar
Namun dunia masih merapatkan
Hidup darah dagingmu
Dalam harap kenestapaan yang fana…
Oleh : Ratih HartantiPELARIAN
Ada jantung yang hanya berpacu dikala maghrib
Menghafal pekan lalu dan menggoreskannya
Ketelapak tangan
Kadang detaknya tak seirama dengan denyut jam
Karena ia terlalu keras meniupkan kesejukan
Keotaknya
Lama-lama kehatinya untuk melepas dosa-dosa
Yang mekar berubah
Jantung itu berhenti juga kala ayam meneriaki
Subuh…
Dan ummat manusia kembali kepangkal malam
Bicaralah seperlunya saja
Jantung itu sudah ingin
Meledak memisahkan dunia
Diri dengan dunia
Menggali tanah mekamnya
Sendiri sehabis membakar
Bayangannya secara diam-diam
Ia telah melepas semua
Termasuk keluarganya
Jantung itu dibawa surga dalam
Tidurnya tentang kematian
Oleh : Irsyadi dan Salima
Archives
August 2006
